Rotating X-Steel Pointer

Monday, 16 November 2015

Drop Jajanan Khas Blitar, Ternyata Ada di Kota Malang



Malang, - Minggu pagi (15/11) terlihat seorang lelaki tua menuntun sepeda bututnya di Jalan Ijen dengan tremos es di belakangnya. Ketika di amati lebih dekat, ternyata lelaki tua itu adalah pedagang es drop jajanan khas Blitar. Kita akan pula menemui es semacam itu saat berkunjung di Makam Bung Karno. Es drop tersebut sering di jajakan di pelataran depan Makam Bung Karno.

Es drop adalah jajanan tradisional yang terbuat dari gula jawa dan santan yang di tambah dengan rasa-rasa di dalamnya. Es drop ini berbentuk persegi panjang dan diberi gagang yang mirip seperti es krim batang pada umumnya. Hal yang membuat beda adalah pembungkusannya yang unik menggunakan kertas pada bagian atas dan bagian bawah (batang) di biarkan tetap terbuka.

Sekarang tidak hanya di Kota Blitar kita dapat menjumpai penjual es drop, melainkan pula di Kota Malang. Lelaki tua ini mengaku telah menjajakan es nya selama 34 tahun. “Sudah lama, sekitar tahun 81 saya mulai menjualnya”, ujar pria tua itu. Pria tua berumur 73 tahun ini mengambil es drop  dari pabrik dan dijualnya seharga Rp 8.000,00 / batang.

Menurut salah satu pelanggan es drop ini, ia suka memikmati jajanan ini karena rasanya ynagg enak dan sensasi tradisional yang beda dengan es krim yang beredar di toko-toko sekarang.” Saya suka banget menikmati jajanan satu ini karena rasanya yang enak dan sangat  tradisional”, ujar Ahlam mahasiswa Geografi Universitas Negeri Malang. Perempuan asal Kediri ini mengaku tidak menyesal membeli es ini walaupun harganya beda jauh dengan  dengan harga yang beredar di daerah asalnya yang berkisar Rp 2.500,00 /batang. “Enggak menyesal sih, karena di rumah lebih kecil porsinya dan rasa es drop ini lebih khas. Selain itu ingin bernostagia saja karena  nilai vintagenya dapet. (dvp//ahl)